Lewati ke konten utama
SERAPHIM NEWS
▲ INFORMATIF

Panduan Lengkap Audit Keamanan Android Menggunakan Kali Linux: ADB, APKTool, MobSF, Frida, dan Analisis Aplikasi

18 Juni 2026 Seraphim News 5 mnt baca
Panduan Lengkap Audit Keamanan Android Menggunakan Kali Linux: ADB, APKTool, MobSF, Frida, dan Analisis Aplikasi

Android merupakan sistem operasi mobile yang paling banyak digunakan di dunia. Popularitasnya menjadikan Android sebagai target utama bagi penyerang siber, malware developer, dan pelaku fraud digital.

Melakukan audit keamanan Android secara berkala membantu mengidentifikasi:

  • Kerentanan aplikasi.
  • Konfigurasi yang tidak aman.
  • Kebocoran data sensitif.
  • Implementasi autentikasi yang lemah.
  • Penyimpanan kredensial yang tidak aman.
  • Risiko reverse engineering.
  • Potensi eksploitasi privilege escalation.

Artikel ini membahas metode audit Android secara profesional menggunakan Kali Linux dan berbagai tool yang umum digunakan oleh penetration tester serta mobile security researcher.


Disclaimer

Panduan ini ditujukan untuk:

  • Pengujian perangkat milik sendiri.
  • Audit aplikasi yang memiliki izin pengujian.
  • Penelitian keamanan.
  • Program bug bounty yang sah.

Jangan menggunakan teknik ini terhadap sistem atau aplikasi tanpa izin karena dapat melanggar hukum yang berlaku.


Persiapan Lingkungan Audit

Update Kali Linux

sudo apt update
sudo apt full-upgrade -y

Install Android Platform Tools

ADB (Android Debug Bridge) merupakan alat utama untuk berinteraksi dengan perangkat Android.

sudo apt install adb fastboot -y

Verifikasi instalasi:

adb version
fastboot --version

Aktifkan Developer Options

Pada perangkat Android:

Settings
 └── About Phone
      └── Tap Build Number 7x

Lalu aktifkan:

Developer Options
 ├── USB Debugging
 ├── Wireless Debugging (Opsional)
 └── Stay Awake (Opsional)

Menghubungkan Android ke Kali Linux

Hubungkan perangkat menggunakan kabel USB.

Cek koneksi:

adb devices

Output:

List of devices attached
R58M123456A device

Jika muncul:

unauthorized

Izinkan koneksi pada perangkat Android.


Enumerasi Awal Perangkat Android

Informasi dasar perangkat:

adb shell getprop

Versi Android:

adb shell getprop ro.build.version.release

Informasi model:

adb shell getprop ro.product.model

Patch keamanan:

adb shell getprop ro.build.version.security_patch

Kernel:

adb shell uname -a

Enumerasi Paket Aplikasi

Menampilkan seluruh aplikasi:

adb shell pm list packages

Aplikasi pihak ketiga:

adb shell pm list packages -3

Aplikasi sistem:

adb shell pm list packages -s

Cari aplikasi tertentu:

adb shell pm list packages | grep bank

Mengambil APK dari Perangkat

Cari lokasi APK:

adb shell pm path com.example.app

Output:

package:/data/app/com.example.app/base.apk

Salin APK:

adb pull /data/app/com.example.app/base.apk

Reverse Engineering APK dengan APKTool

Instalasi

sudo apt install apktool -y

Verifikasi:

apktool --version

Dekompilasi APK

apktool d base.apk -o app_source

Struktur:

app_source/
├── AndroidManifest.xml
├── smali/
├── res/
├── assets/
└── lib/

Analisis AndroidManifest.xml

File ini merupakan sumber informasi penting.

Periksa:

  • Permission berlebihan.
  • Exported Activity.
  • Broadcast Receiver.
  • Deep Link.
  • Service.

Contoh permission sensitif:

<uses-permission android:name="android.permission.READ_SMS"/>
<uses-permission android:name="android.permission.RECORD_AUDIO"/>
<uses-permission android:name="android.permission.ACCESS_FINE_LOCATION"/>

Mencari API Key dan Secret

Cari string sensitif:

grep -R "apikey" .
grep -R "secret" .
grep -R "token" .
grep -R "password" .
grep -R "firebase" .

Analisis Kode Java dengan JADX

Instalasi

sudo apt install jadx -y

Jalankan GUI:

jadx-gui base.apk

Atau CLI:

jadx base.apk -d jadx_output

Cari:

  • Hardcoded credential.
  • URL API.
  • Debug code.
  • Fungsi autentikasi.
  • Enkripsi yang lemah.

Audit Penyimpanan Data Lokal

Masuk ke shell:

adb shell

Lihat direktori aplikasi:

run-as com.example.app

Database:

cd databases
ls

Salin database:

adb pull /data/data/com.example.app/databases/app.db

Buka SQLite:

sqlite3 app.db

Daftar tabel:

.tables

Lihat data:

SELECT * FROM users;

Periksa apakah terdapat:

  • Password plaintext.
  • Token akses.
  • Session cookie.
  • Informasi pribadi pengguna.

Analisis Shared Preferences

Lokasi:

/data/data/com.example.app/shared_prefs/

Salin:

adb pull /data/data/com.example.app/shared_prefs/

Cari:

<password>
<token>
<apikey>

Audit Komunikasi Jaringan

Pantau koneksi:

adb shell netstat -an

Atau:

adb shell ss -tulpn

Menangkap Traffic dengan Burp Suite

Instal Burp:

sudo apt install burpsuite -y

Jalankan:

burpsuite

Atur proxy Android:

WiFi Settings
 └── Proxy
      ├── Host: IP Kali Linux
      └── Port: 8080

Periksa:

  • Data sensitif.
  • Token.
  • API endpoint.
  • Header keamanan.
  • Validasi sertifikat.

Audit SSL Pinning

Banyak aplikasi menggunakan SSL Pinning untuk mencegah MITM.

Indikasi:

SSLHandshakeException
Certificate Pinning Failure

Deteksi implementasi:

jadx-gui base.apk

Cari:

CertificatePinner
TrustManager
HostnameVerifier

Dynamic Analysis Menggunakan Frida

Instalasi Frida

pip install frida-tools

Cek:

frida --version

Menjalankan Frida

Lihat proses:

frida-ps -U

Attach aplikasi:

frida -U -n com.example.app

Spawn:

frida -U -f com.example.app

Bypass Root Detection

Contoh:

frida -U -f com.example.app -l root-bypass.js

Bypass SSL Pinning

frida -U -f com.example.app -l ssl-bypass.js

Analisis Runtime Menggunakan Objection

Instal:

pip install objection

Jalankan:

objection -g com.example.app explore

Perintah:

android sslpinning disable
android root disable
memory list modules
memory search "token"

Audit Komprehensif Menggunakan MobSF

Mobile Security Framework (MobSF) merupakan salah satu platform audit Android terbaik.

Instalasi Docker

sudo apt install docker.io -y

Jalankan MobSF:

docker pull opensecurity/mobile-security-framework-mobsf
docker run -it -p 8000:8000 opensecurity/mobile-security-framework-mobsf

Akses:

http://localhost:8000

Upload APK dan lakukan analisis.


Hasil yang Umumnya Ditemukan oleh MobSF

  • Hardcoded API Key.
  • Insecure Cryptography.
  • Exported Components.
  • Weak SSL Validation.
  • Debuggable Build.
  • Insecure Storage.
  • Dangerous Permissions.
  • Third-party Library Vulnerabilities.

Audit Komponen Android yang Diekspos

Gunakan:

adb shell dumpsys package com.example.app

Cari:

Activity
Service
Receiver
Provider

Komponen exported tanpa autentikasi dapat menjadi titik serangan.


Pengujian Deep Link

Cari:

<intent-filter>

Uji:

adb shell am start \
-a android.intent.action.VIEW \
-d "app://login"

Periksa apakah deep link dapat dimanipulasi.


Pengujian Activity

Daftar Activity:

adb shell dumpsys package com.example.app

Jalankan:

adb shell am start -n \
com.example.app/.MainActivity

Pengujian Broadcast Receiver

Kirim broadcast:

adb shell am broadcast \
-a com.example.app.TEST

Periksa apakah aplikasi memproses data tanpa validasi.


Audit Logcat

Pantau log:

adb logcat

Filter aplikasi:

adb logcat | grep com.example.app

Cari:

  • Password.
  • Session ID.
  • Token.
  • Error sensitif.
  • Stack trace.

Rooted Device Assessment

Jika perangkat root:

Verifikasi:

adb shell su

Lihat permission berbahaya:

find /data/data -type f 2>/dev/null

Cari file sensitif:

find /sdcard -iname "*.db"
find /sdcard -iname "*.xml"
find /sdcard -iname "*.txt"

Checklist Audit Android Profesional

Static Analysis

  • AndroidManifest.xml
  • Permission Audit
  • Hardcoded Credential
  • API Endpoint Review
  • Source Code Review
  • Third-party Libraries

Dynamic Analysis

  • Traffic Interception
  • SSL Pinning Assessment
  • Runtime Hooking
  • Authentication Testing
  • Session Management
  • Input Validation

Data Storage

  • SQLite Database
  • Shared Preferences
  • Cache Storage
  • External Storage

System Assessment

  • Patch Level
  • Device Configuration
  • Root Detection
  • Debug Configuration

Kesimpulan

Audit keamanan Android tidak hanya berfokus pada aplikasi, tetapi juga mencakup sistem operasi, penyimpanan data, komunikasi jaringan, serta perilaku aplikasi saat berjalan. Dengan memanfaatkan Kali Linux dan tool seperti ADB, APKTool, JADX, MobSF, Frida, Objection, Burp Suite, dan SQLite, seorang auditor dapat melakukan analisis menyeluruh untuk menemukan kelemahan yang berpotensi dieksploitasi.

Pendekatan terbaik adalah menggabungkan static analysis, dynamic analysis, network analysis, dan runtime instrumentation sehingga hasil audit menjadi lebih akurat dan mampu memberikan rekomendasi mitigasi yang efektif bagi pengembang maupun tim keamanan.

Recommended Intelligence Reading