Lewati ke konten utama
SERAPHIM NEWS
▲ TINGGI

Play Ransomware Serang AG Scholtes: Kelompok Double Extortion di Balik Serangan ke Rantai Pasok Pangan Global

19 Juli 2026 Seraphim News 12 mnt baca
Play Ransomware Serang AG Scholtes: Kelompok Double Extortion di Balik Serangan ke Rantai Pasok Pangan Global

Ringkasan Eksekutif

Pada 16 Juli 2026, kelompok ransomware Play (juga dikenal sebagai PlayCrypt) menambahkan AG Scholtes — sebuah perusahaan pemasok daging grosir asal Belanda — ke dalam daftar korban di leak site mereka di dark web. Insiden ini menandai ekspansi Play ke sektor rantai pasok pangan Eropa dan menambah daftar panjang korban dari kelompok ransomware yang telah beroperasi secara konsisten sejak Juni 2022.

Play ransomware bukanlah pendatang baru dalam lanskap ancaman siber. Selama lebih dari empat tahun, kelompok ini telah membangun reputasi sebagai salah satu operasi ransomware paling persisten dan paling sulit dilacak. Berbeda dengan model Ransomware-as-a-Service (RaaS) yang mengandalkan afiliasi eksternal, Play beroperasi sebagai kelompok tertutup (closed group) — mempertahankan kontrol penuh atas operasi mereka dan memilih target secara hati-hati.

Serangan terhadap AG Scholtes menyoroti tren yang semakin mengkhawatirkan: rantai pasok pangan sebagai target ransomware. Dari Royal Foods di Australia yang diserang kelompok The Gentlemen pada Juli 2026, hingga AG Scholtes yang diserang Play, sektor pangan semakin menjadi sasaran empuk — di mana gangguan operasional dapat berdampak langsung pada ketersediaan pangan dan memaksa korban untuk membayar tebusan dengan cepat.

Insiden AG Scholtes: Kronologi dan Dampak

Profil AG Scholtes

AG Scholtes adalah perusahaan pemasok daging grosir yang berbasis di Belanda. Perusahaan ini beroperasi dalam rantai pasok pangan Eropa, memasok produk daging ke retailer, restoran, dan institusi di seluruh kawasan.

Kronologi Serangan

Tanggal Peristiwa
16 Juli 2026 Play ransomware mencantumkan AG Scholtes di leak site mereka
16-17 Juli 2026 Platform monitoring pelanggaran data (BreachSense, GalaxyWarden, ransomware.live) mengkonfirmasi listing
18 Juli 2026 (status) Belum ada pernyataan resmi dari AG Scholtes; data yang dicuri belum dipublikasikan penuh

Data yang Diklaim

Play ransomware mengklaim telah mengeksfiltrasi “file internal” dari sistem AG Scholtes. Namun hingga saat artikel ini ditulis, belum ada sampel data yang diverifikasi secara independen, dan perusahaan belum mengkonfirmasi skala penuh dari pelanggaran data.

Dampak Potensial

Sebagai pemasok dalam rantai pasok pangan, dampak potensial dari serangan terhadap AG Scholtes meliputi:

Dampak Detail
Operasional Gangguan pada sistem pemrosesan pesanan, logistik, dan distribusi
Data Bisnis Kebocoran informasi klien, supplier, kontrak, dan harga
Keuangan Biaya pemulihan, potensi denda GDPR, dan kehilangan bisnis
Rantai Pasok Efek domino pada retailer dan restoran yang bergantung pada pasokan AG Scholtes
Reputasi Kerusakan kepercayaan dari mitra bisnis dan pelanggan

Profil Play Ransomware: Dari 2022 hingga 2026

Sejarah dan Evolusi

Play ransomware pertama kali muncul pada Juni 2022 dan sejak itu telah berkembang menjadi salah satu kelompok ransomware paling aktif dan paling berbahaya di dunia.

EVOLUSI PLAY RANSOMWARE (2022-2026)

Fase Periode Karakteristik
EMERGENCE Juni 2022 Operasi awal dengan targeting terbatas; pengembangan tool kustom
GROWTH 2023 Ekspansi targeting ke sektor kritikal; pengembangan encryptor Linux/ESXi
MATURITY 2024 Double extortion sebagai model standar; perhatian dari FBI/CISA/ASD
PERSISTENCE 2025-2026 Operasi global berkelanjutan; adaptasi terhadap penegakan hukum; ekspansi ke sektor pangan

Identitas dan Atribusi

Tidak seperti banyak kelompok ransomware yang atribusinya dapat dilacak ke negara tertentu, asal-usul Play ransomware masih belum jelas. Beberapa karakteristik operasional — termasuk pola komunikasi dan jam operasional — telah memunculkan spekulasi tentang kemungkinan koneksi ke Eropa Timur, namun belum ada atribusi definitif.

Model Operasi: Closed Group

Salah satu karakteristik paling membedakan dari Play adalah model operasi closed group:

Aspek Play (Closed Group) RaaS Tradisional (Contoh: LockBit)
Afiliasi Tidak menggunakan afiliasi eksternal Mengandalkan jaringan afiliasi luas
Kontrol Operasi Terpusat, tight control Terdistribusi, loose control
Targeting Selektif, calculated Volume-based, oportunistik
Tooling Kustom, proprietary Standardized, shared
OPSEC Ketat, sulit diinfiltrasi Longgar, rentan terhadap infiltrasi penegak hukum

Model tertutup ini membuat Play lebih sulit diinfiltrasi oleh penegak hukum — tidak ada afiliasi yang bisa ditangkap dan dimintai informasi — namun juga membatasi kecepatan ekspansi mereka dibandingkan model RaaS.

Taktik, Teknik, dan Prosedur (TTP)

Kill Chain Serangan Play

Berdasarkan analisis dari FBI, CISA, ASD, dan peneliti keamanan:

PLAY RANSOMWARE ATTACK KILL CHAIN

Tahap Aktivitas
1. INITIAL ACCESS Eksploitasi kerentanan pada Microsoft Exchange (ProxyNotShell); Eksploitasi Fortinet VPN dan firewall (CVE-2022-42475, CVE-2023-27997, CVE-2024-21762); Kredensial RDP/VPN yang dicuri
2. EXECUTION & PERSISTENCE Scheduled tasks untuk survivabilitas; Registry Run keys; AnyDesk untuk remote access persisten
3. DISCOVERY AdFind untuk enumerasi Active Directory; Grixba (tool kustom) untuk network scanning; BloodHound untuk pemetaan AD
4. DEFENSE EVASION HRsword.exe untuk terminasi proses EDR/AV; Penghapusan Windows Event Logs; Disable Windows Defender
5. LATERAL MOVEMENT RDP dan SMB lateral movement; AnyDesk untuk akses remote ke host internal
6. COLLECTION & EXFILTRATION Data staging di server internal; Eksfiltrasi via HTTPS; Tools: Rclone, WinSCP
7. ENCRYPTION Encryptor kustom: Hi.exe (Windows), varian Linux/ESXi; Intermittent encryption; AES-RSA hybrid
8. EXTORTION Ransom note: README.txt; Kontak via email (gmx.de, web.de); Leak site di Tor; Double extortion

Intermittent Encryption: Evolusi Teknis

Salah satu inovasi teknis Play yang paling signifikan adalah penggunaan intermittent encryption — hanya mengenkripsi sebagian dari setiap file, bukan seluruh file. Teknik ini memiliki beberapa keunggulan bagi penyerang:

  1. Kecepatan: Enkripsi sebagian lebih cepat daripada enkripsi penuh — penting untuk menyelesaikan serangan sebelum terdeteksi
  2. Evasi: File yang dienkripsi sebagian mungkin tidak memicu signature antivirus yang mencari pola enkripsi penuh
  3. Efektivitas: File tetap rusak dan tidak dapat digunakan, mencapai tujuan yang sama dengan enkripsi penuh

Encryptor Multi-Platform

Play mengembangkan encryptor untuk berbagai platform:

Platform Fitur
Windows Hi.exe — binary kustom yang dikompilasi ulang per korban untuk menghindari deteksi signature
Linux Native ELF binary untuk server Linux
VMware ESXi Varian khusus dengan CLI commands untuk mematikan VM sebelum enkripsi

Setiap binary encryptor dikompilasi ulang untuk setiap serangan — menghasilkan hash unik yang tidak dapat dideteksi oleh antivirus berbasis signature. Ini adalah langkah OPSEC yang secara signifikan mempersulit deteksi dan atribusi.

Toolkit Play: Grixba dan Arsenal Kustom

Grixba (Gt_net.exe)

Grixba adalah tool kustom Play yang digunakan untuk network scanning dan enumerasi. Nama ini berasal dari penamaan internal yang ditemukan oleh peneliti keamanan.

Fungsi Grixba Deskripsi
Network Scanning Mengidentifikasi host aktif di jaringan korban
Service Enumeration Mendeteksi layanan yang berjalan pada setiap host
Data Discovery Mencari file shares, database, dan repository data berharga
Stealth Dirancang untuk beroperasi tanpa memicu alert keamanan standar

HRsword.exe

Tool defense evasion yang secara spesifik digunakan untuk menonaktifkan software keamanan:

Target Metode
Antivirus/EDR Terminasi paksa proses keamanan
Windows Defender Disable services dan real-time protection
Logging Modifikasi konfigurasi logging Windows

AnyDesk

Play secara rutin menginstal AnyDesk — software remote desktop yang sah — sebagai mekanisme akses persisten. Penggunaan software yang sah (Living-off-the-Land) membuat aktivitas mereka sulit dibedakan dari traffic normal.

Model Double Extortion Play

Play menerapkan model double extortion yang ketat dan metodis:

PROSES DOUBLE EXTORTION PLAY

Tahap Deskripsi
1. EKSFILTRASI Data sensitif dicuri dari jaringan korban sebelum enkripsi
2. ENKRIPSI File dienkripsi dengan intermittent encryption; ransom note ditinggalkan
3. KONTAK AWAL Korban diinstruksikan menghubungi Play via email (gmx.de atau web.de)
4. NEGOSIASI Jumlah tebusan ditentukan berdasarkan nilai data dan kemampuan korban
5. ANCAMAN Jika tidak membayar, data akan dipublikasikan di leak site
6. PUBLIKASI Data dipublikasikan jika tenggat waktu terlampaui

Karakteristik Ransom Note

Ransom note Play (README.txt) memiliki karakteristik khusus:

  • Tidak mencantumkan jumlah tebusan spesifik — korban harus menghubungi untuk negosiasi
  • Menggunakan email provider Jerman (gmx.de, web.de) — tidak biasa untuk kelompok ransomware
  • Bahasa profesional — berbeda dengan nada agresif atau mengancam dari kelompok lain
  • Instruksi detail — panduan langkah demi langkah untuk menghubungi dan membayar

Korban Global Play Ransomware

Statistik

Play ransomware telah mengklaim ratusan korban di seluruh dunia sejak 2022. Kelompok ini tidak mendiskriminasi sektor atau wilayah:

Sektor Contoh Korban
Pemerintahan Berbagai instansi pemerintah di AS, Eropa, dan Amerika Latin
Manufaktur Perusahaan manufaktur di Jerman, Belanda, dan AS
Kesehatan Rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan
Telekomunikasi Provider telekomunikasi di Amerika Selatan
Rantai Pasok AG Scholtes (pangan), perusahaan logistik
Konstruksi Perusahaan konstruksi di Eropa
Layanan Profesional Firma hukum dan konsultan di berbagai negara

Korban Terbaru (Juli 2026)

Korban Sektor Negara Tanggal Listing
AG Scholtes Rantai Pasok Pangan Belanda 16 Juli 2026

Play cenderung mempublikasikan korban dalam batch, bukan secara individual — berbeda dengan kelompok seperti DragonForce yang mempublikasikan puluhan korban dalam satu hari. Ini konsisten dengan model tertutup mereka: targeting yang lebih selektif dan lebih sedikit korban, namun dengan tingkat keberhasilan negosiasi yang lebih tinggi.

Mengapa Rantai Pasok Pangan Menjadi Target

Serangan terhadap AG Scholtes terjadi dalam konteks yang lebih luas: rantai pasok pangan global sebagai target ransomware yang semakin populer.

Faktor Kerentanan

Faktor Penjelasan
Sistem Legacy Industri pangan sering menggunakan sistem IT yang menua dan tidak terpatch
Ketergantungan Operasional Gangguan sistem langsung menghentikan produksi dan distribusi
Margin Rendah Perusahaan pangan sering beroperasi dengan margin tipis — tidak mampu menanggung downtime panjang
Data Sensitif Informasi supplier, harga, kontrak, dan formulasi produk bernilai tinggi
Regulasi Kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan menambah tekanan untuk segera pulih

Serangan Rantai Pasok Pangan Terbaru

Insiden Kelompok Negara Bulan
AG Scholtes Play Belanda Juli 2026
Royal Foods The Gentlemen Australia Juli 2026
Mackay Sugar The Gentlemen Australia Juni 2026

Pola ini menunjukkan bahwa sektor pangan semakin menjadi target yang disengaja — bukan korban kebetulan dari kampanye oportunistik.

Respons Penegakan Hukum

Play ransomware telah menjadi prioritas tinggi bagi penegakan hukum internasional. FBI, CISA, dan Australian Signals Directorate (ASD) telah menerbitkan joint advisory (AA23-352A) yang diperbarui secara berkala, menyediakan IoC dan panduan mitigasi.

Upaya Penegakan Hukum

Tindakan Detail
Joint Advisory FBI/CISA/ASD AA23-352A — panduan teknis untuk deteksi dan mitigasi
IoC Sharing Distribusi hash, IP, dan indikator ke komunitas keamanan
Monitoring Aktif Pemantauan leak site Play secara real-time
Investigasi Kerjasama internasional untuk identifikasi dan penangkapan operator

Meskipun demikian, model closed group Play membuat mereka sulit ditangkap. Tanpa afiliasi eksternal yang bisa dijadikan saksi atau ditangkap, penegakan hukum harus mengandalkan metode investigasi tradisional — yang membutuhkan waktu, sumber daya, dan kerjasama internasional yang tidak selalu tersedia.

Indikator Kompromi (IoC)

File Indicators

Indikator Deskripsi
Hi.exe Nama file encryptor Windows yang umum (nama bervariasi)
README.txt Ransom note — tidak mencantumkan jumlah tebusan
Gt_net.exe Grixba network scanning tool
HRsword.exe Defense evasion tool
Ekstensi .play Ekstensi file terenkripsi (dapat bervariasi)

Network Indicators

Indikator Deskripsi
Koneksi ke email provider Jerman gmx.de, web.de — digunakan untuk komunikasi negosiasi
AnyDesk connections Remote access tool
Leak site di Tor Alamat .onion untuk publikasi data

Behavioral Indicators

Indikator Severity
AdFind.exe berjalan di sistem SEDANG
Instalasi AnyDesk yang tidak sah TINGGI
Scheduled tasks dengan nama mencurigakan TINGGI
Enkripsi intermiten pada file KRITIS
Penghapusan Volume Shadow Copies TINGGI
Penghapusan Windows Event Logs TINGGI

Rekomendasi Mitigasi

1. Pencegahan Initial Access

Vektor Mitigasi
Microsoft Exchange Patch segera untuk semua kerentanan Exchange (prioritas ProxyNotShell)
Fortinet Patch CVE-2022-42475, CVE-2023-27997, CVE-2024-21762
RDP Hapus dari internet publik; gunakan VPN dengan MFA
Kredensial MFA mandatory; password policy ketat

2. Deteksi Dini

Aturan Deteksi Deskripsi
AdFind.exe execution Monitor untuk eksekusi AdFind — tool enumerasi AD yang jarang digunakan secara sah
AnyDesk installation Alert untuk instalasi AnyDesk yang tidak sah
HRsword.exe Deteksi eksekusi HRsword.exe atau proses dengan karakteristik serupa
Intermittent encryption Monitor untuk pola enkripsi file yang tidak lengkap
VSS deletion Alert untuk vssadmin delete shadows

3. Perlindungan terhadap Enkripsi

Kontrol Detail
Backup 3-2-1-1-0 3 salinan, 2 media, 1 offsite, 1 immutable, 0 error
Network Segmentation Isolasi sistem kritikal dari jaringan umum
EDR/XDR Solusi endpoint detection dengan anti-ransomware capabilities
App Control Batasi eksekusi binary dari direktori tidak dikenal

4. Incident Response

Langkah Tindakan
Isolasi Segera putuskan koneksi sistem terdampak
Preservasi Ambil forensic image sebelum modifikasi apapun
Investigasi Identifikasi vektor akses awal dan skala kompromi
Komunikasi Notifikasi regulator, pelanggan, dan mitra bisnis
Pemulihan Pulihkan dari backup bersih; bangun ulang sistem yang dikompromi

Kesimpulan

Serangan Play ransomware terhadap AG Scholtes pada 16 Juli 2026 adalah pengingat bahwa kelompok ransomware tertutup seperti Play — yang beroperasi tanpa afiliasi eksternal, dengan tool kustom, dan targeting yang metodis — tetap menjadi ancaman persisten dalam lanskap keamanan siber global.

Empat tahun sejak kemunculannya pada 2022, Play telah membuktikan bahwa model closed group memiliki keunggulan bertahan yang tidak dimiliki model RaaS tradisional. Tanpa afiliasi yang bisa ditangkap, tanpa tool yang dibagikan secara luas, dan dengan targeting yang hati-hati, Play terus beroperasi sementara kelompok lain jatuh ke tangan penegak hukum.

Serangan terhadap AG Scholtes juga menandai tren yang lebih luas: rantai pasok pangan sebagai target ransomware. Dalam dunia di mana gangguan pada sistem IT dapat menghentikan produksi dan distribusi pangan, tekanan untuk membayar tebusan menjadi luar biasa besar. Perusahaan pangan — yang sering beroperasi dengan infrastruktur IT yang menua — harus menyadari bahwa mereka kini berada dalam daftar target prioritas tinggi.

Bagi organisasi di semua sektor, pelajaran dari Play ransomware jelas: keamanan fundamental — patching tepat waktu, MFA, backup offline, segmentasi jaringan, dan monitoring — bukanlah opsi. Mereka adalah garis pertahanan terakhir melawan ancaman yang terus beradaptasi dan bertahan.

Artikel ini disusun berdasarkan data dari ransomware.live (Victim Listing AG Scholtes, Juli 2026), BreachSense, GalaxyWarden, joint advisory FBI/CISA/ASD AA23-352A tentang Play Ransomware, analisis dari CybelAngel dan DeXpose.io, serta pemantauan tim Threat Intelligence Seraphim News.

Recommended Intelligence Reading